Thursday, September 15, 2005

OUD BATAVIA - 2 Oktober 2005






Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang,Museum Bank Mandiri & Museum Keramik

OUD BATAVIA ato Batavia lama...Batavia ato yang sekarang jadi Jakarta, seperti apa ya Jakarta diwaktu lalu?? Sebagian dari kita mungkin udah tau tentang Jakarta tempo dulu, tapi buat yang belum tau penasaran gak sih?? Gimana sih wajah kota Jakarta sebelum jadi seperti sekarang ini??

Ikutan yukk jalan-jalan nengokin kota Jakarta lama dimana kita bisa dapetin cerita tentang sejarah Jakarta sekaligus bisa liat foto-foto juga bangunan bukti sejarah yang masih ada secara langsung.

Biayanya cuma Rp 55.000,- , sudah termasuk :

Snack, Makan Siang, biaya tempat yang dikunjungi, tour guide dan juga dapet kenang-kenangan.

Untuk pendaftaran dan keterangan lebih lengkap hubungi aja Cayi / Decy / Sani /badi di 021-579 009 93 ato sms ke 08888 130 350 bisa juga email ke reine@cbn.net.id

Untuk pembayaran, transfer aja ke:
BCA KCP Gatot Subroto Rek. No. 145 11 77 511 a/n Sari Widayanti
bukti pembayaran di fax aja ke 021 - 579 00992 or kirim via attachment e-mail.

Buruan daftar ya, biar gak ketinggalan dan gak nyesel....

Tuesday, September 06, 2005

Tantangan Sepanjang Malam di Bukit Sentul - Media Indonesia, 15 Mei 2005

NIKMATNYA lintas alam (trekking) selain menyehatkan bisa sambil menikmati pemandangan alam seperti hutan cemara atau keindahan air terjun, tetapi akan lebih menakjubkan lagi jika trekking itu dilakukan malam hari. Cukup dengan merogoh kocek Rp75 ribu per orang maka akan dibekali senter, air minum kemasan, jas hujan, dan makan malam, barulah petualangan malam hari di areal wisata Bukit Sentul Taman Nasional Gunung Pancar, Jawa Barat dimulai.
Lokasi yang dapat ditempuh 1,5 jam perjalanan darat dari Jakarta itu, dirancang sebagai area lintas alam keluarga, tantangan dan lanjutan. Akhir pekan lalu Media bersama 15 teman lainnya tergabung dalam Karash Adventure mencoba trekking tantangan dengan waktu dua jam sejauh tiga kilometer.

Tepat pukul 19.25 WIB tim Karash Adventure kami pun masuk ke kendaraan yang membawa ke lokasi Night Trekking. Selang lima menit kemudian kami tiba di ujung jalan aspal dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Awalnya perjalanan kami masih bisa bercanda sambil menikmati tanah datar. Di kejauhan tampak lampu-lampu rumah bak kunang-kunang. Boleh dibilang kami cukup beruntung lantaran tidak jadi turun hujan karena tanah yang kami pijak cukup keras.
Sebagai penunjuk arah terdapat lampu minyak yang diikatkan pada batang bambu. Kalau sebelumnya kami bisa berjalan bergerombol, selanjutnya kami harus berbaris lantaran jalanan semakin menyempit. Pada bagian kami harus melalui pematang sawah, beberapa rekan nyaris tergelincir disebabkan gelap dan kurang seimbang. Rombongan juga harus melalui jalanan yang mendaki. Selama 30 menit ke depan kami disuguhkan pemandangan pohon singkong di sisi kanan dan kiri jalan yang kami lalui.

Sejurus kemudian kami mulai kelelahan. Tubuh kami mulai berkeringat. Butiran bening sebesar biji jagung meluncur dari kening. Beberapa rekan yang semula mengira bakal kedinginan ternyata keliru bahkan salah seorang rekan malah membuka jaketnya karena kegerahan kemudian melilitkan di pinggang.

Tahu begini lebih baik memilih area trekking keluarga, tetapi karena 'dipaksa' mengambil rute tantangan lantaran sudah ditentukan oleh panitia. ''Kalau boleh kami ambil yang jalur keluarga saja, lebih ringan,'' ujar salah seorang wartawan setengah berseloroh kepada panitia.
Ketika Media melirik jam tangan, waktu menunjukkan pukul 19.50 WIB padahal perjalanan masih jauh, sedangkan kaki sudah serasa diikat beban seberat 40 kilo. Medan tidak lagi mendaki, beberapa ruas perjalanan terasa menurun bahkan ada yang kemiringannya mencapai 45 derajat.

Sesaat kemudian tim Karash Adventure berhasil mencapai pos peristirahatan, di situ telah tersedia minuman hangat, wedang jahe. Setelah itu perjalanan kami ternyata semakin berat, apabila melihat jurang sedalam 12 meter di depan kami. Dengan anak tangga terbuat dari bambu, kami menuruni jurang tersebut dilanjutkan menyusuri sungai. ''Kalau hujan ketinggian air sungai bisa mencapai dengkul orang dewasa,'' kata sang pemandu, Yanto.

Semula rekan-rekan enggan berbasah-basah. Kami memilih berjalan di atas batu-batu. Lama-kelamaan jalur ini semakin berat gelap kami tidak bisa melihat batu dengan jelas. Beberapa rekan sempat tercebur saat berusaha mencari pijakan. Beruntung ketinggian air hanya semata kaki.

Jalur sungai ini merupakan yang terberat. Selain harus berjalan melalui batu-batu sungai yang besar, jalanannya pun mendaki.

Sepanjang sisa perjalanan hingga finis pun demikian. Memasuki hutan, baterai senter mulai redup sampai kemudian mati. Kami terpaksa berjalan dalam gelap. Rasa lelah ditambah gelap membuat kami kurang waspada akibatnya salah seorang rekan sempat masuk ke lubang untungnya dia tidak cedera.

Tepat pukul 21.30 WIB kami tiba di titik akhir perjalanan. Saat itu sudah terdengar suara orang-orang bernyanyi sambil berkumpul mengelilingi api unggun. Di belakang sudah tersedia hidangan prasmanan. Lega, barangkali itulah ungkapan yang ada di benak setiap anggota tim ketika berhasil tiba di titik finis.

Rute menantang dan aman yang dijanjikan panitia dan tim Karash Adventure memang terbukti. Perjalanan lintas alam malam hari bisa menjadi alternatif wisata keluarga di Jakarta dan sekitarnya. Untuk mengikuti perjalanan ini pengunjung bisa datang langsung ke Bukit Sentul setiap hari Jumat dan Sabtu malam. Selain itu juga dibuka malam sebelum hari libur. (Luhung/M-3).

JAJAN & JALAN DI BANDUNG


JAJAN & JALAN DI BANDUNG
17 September 2005


MERBABU BREAD & COOKIES (PABRIK ROTI MERBABU) - PABRIK TAHU YUNYI & YUNSEN – BALAI PENGEMBANGAN PEMBIBITAN TERNAK SAPI PERAH - BELANJA OLEH-OLEH KHAS BANDUNG

Biayanya cuma Rp 300.000,- (all in) aja, udah termasuk:
- Transportasi bus AC
- Snack box isi penganan khas Bandung
- Biaya masuk ke tempat2 yang dikunjungi + icip2 produknya dong!
- Buffet lunch & dinner khas bumi parahyangan
- Goodie Bag (assortment jajanan khas Bandung & fresh strawberry)
- T-shirt
- Asuransi

Kepengen ikutan? Sok atuh…cari info lebih lanjut en daftar di:
Badi / Cayi / Decy / Sani
reine@cbn.net.id
atau telpon ke (021) 579-009-93
or ph/sms ke 08888 130 350

Pembayaran tinggal transfer ke:
a/n Sari Widayanti
BCA KCP Gatot Subroto
No. rek.: 145 11 77 511

Bukti pembayaran di fax aja ke: 021 579 00992 atau bisa di kirim via attachment e-mail.

Dugi Patepang di Bandung nya!!!
(Sampe ketemu di Bandung ya!!!)